
Karena rasanya mustahil F1 digelar di Indonesia dalam waktu dekat ini dan yang ada cuma A1, akhirnya minggu kemarin saya, Fifi & Zidan nekat ke Sentul nonton Piala Dunia-nya balap mobil itu. Dari malamnya kami tebak-tebakan pada lap ke berapa Ananda terhenti. Dan alhamdulillah kemarin dia mencatat prestasi yang cukup jarang terjadi: Finish! Tapi tentunya bukan untuk melihatnya finish itu kami datang kesana.
Saya rasa, dimasa datang A1 akan punya posisi tawar yang cukup tinggi jika disejajarkan dengan F1. Mengingat kompetisi yang diciptakan bukan berdasarkan uang atau gengsi perusahaan, tapi nasionalisme negara. Hanya saja selama A1 berbasis One Make Race (lomba dengan merk & jenis mobil yang sama), inovasi yang dihasilkan tidak akan pernah setinggi F1. Tapi setidaknya negara kecil seperti Pakistan atau kita bisa berkesempatan mengirimkan pembalapnya.
Suara dan kecepatan mobil ini saat melewati track lurus memang sensasional, padahal katanya F1 jauh lebih kenceng, 320 km/jam saat track lurus & 80 saat menikung tajam. Inilah jenis olah-raga yang menunjukkan kerja keras tertinggi umat manusia, baik fisik maupun teknologi. Selain merasakannya langsung saya juga jeprat-jepret disana-sini, dan untuk melihatnya silahkan klik disini.
0 Responses to “A1”
Please Wait
Leave a Reply