Kurang Akses Saja
Published April 16th, 2007 in General.
Tadi malam saya baru pulang dari lampung setelah dua hari ngisi workshop periklanan di UNILA. Banyak sekali kesan yang saya dapat. Pertama tentu saja karena ini adalah kali pertama saya ke Sumatera. Sebagai manusia hasil pembiakan murni ras Jawa, praktis saya tidak punya kepentingan keluarga untuk sampai kesana-sana. Selanjutnya, saya terkesan dengan mahasiswa-mahasiswa Lampung yang dengan segala keterbatasan, mereka terlihat sangat tangguh berjuang. Kalau di Jogja atau kampus jawa lain mahasiswa mudah memperoleh akses informasi dan ilmu-ilmu baru, di Lampung tidak begitu. Buku-buku dan referensi karya iklan dari luar negeri sedikit sekali mereka peroleh, pun dengan dosen mereka yang ternyata tidak memiliki pengetahuan cukup tentang periklanan yang sesungguhnya. Yang mereka tahu hanya ukuran billboard dan remeh-temeh teknis lainnya, sementara kemampuan konseptual jarang tersentuh.
Terlepas dari kondisi itu, anak-anak UNILA sebenarnya potensial untuk mengisi kursi-kursi di advertising agency Jakarta atau Jogja. Kualitas mereka mirip seperti yang saya temui di UGM. Punya kemampuan analisa yang baik, suka mendiskusikan segala sesuatu dan yang paling penting, pembelajar yang cepat. Kondisi seperti itu, justru jarang saya temui dari mahasiswa-mahasiswa Jakarta. Sensitifitas mereka sebagai mahasiswa sedikit demi sedikit menumpul karena atmosfer Jakarta yang serba berkilau cahaya ini, kecuali anak-anak UI yang sebagian besar dari luar kota itu ya.
Saya pikir sudah waktunya kita yang di Jakarta ini membuka pintu lebar untuk potensi dari kota-kota di luar Jawa. Rasanya tidak adil kalau kita hanya menerima yang dekat saja, padahal diluar sana ada orang yang lebih layak dan mampu hanya karena kurang akses saja.
ass pak..
haduh..haduh..thx bgt niy pak dah mau masukin cerita ttg acr diklat qta kmrn=)
haduh..haduh..serasa jd artis niy pak, hohohohO…=P
makasihhhhhh bgt ya pak dah mau jd pemateri..
uhm..emang c pak, msh bnyk kekurangan, tp qt at least dah do our best koq pak, bener koq pak,hwehehehehe=D
uhm..(lagi)..mungkin mang qt hrz lebih ‘menggali’ iklan td, mohon bantuan saran dan apa saja lah pak yang bisa mewujudkan ‘cita-cita’ membuka mata ttg periklanan di lampung..ttg arti iklan yang ’sebenar-benarnya’ =)
thx banget pak..jgn bosen ke lampung ya pak… kipkun pak..=)
terima kasih atas bantuannya dalam acara diklat periklanan yang berlangsung tanggal 14-15 april kemaren di lampung…
saya mewakili semua panitia sangat berterima kasih atas bantuannya dan mohon maaf apabila terdapat ketidak puasan karena dana yang menipis hehehe but still show must go on right??
oia terima kasih juga atas pinjaman dvdnya karena sangat membantu untuk sumber inspirasi dalam membuat iklan dan pelatihan intenal divisi periklanan nantinya…..
oia mas kalo dilihat dari sisi UGM, unila mah masi jauh tertinggal dibelakang mas.. tapi kita tep semangat menggali ilmu sampai memanggil pemateri dari jakarta dengan segala keterbatasan dana yang ada.. hehe..
memang mas di lampung ini akses multimedia masih kurang sehingga kita kurang mendapat informasi.
sekedar informasi, banyaknya permintaan dari peserta untuk mengadakan diklat lanjutan periklanan tahun depan karena materi yang disampaikan kemarin dinilai sangat bagus.
sekali lagi terima kasih atas bantuannya..
maen maen lagi ke lampung mas kapan kapan..
mas,,makasih banget y kemaren materi periklanannya,,
walopun cuma bentar n masih banyak yang blm qta tw tentang iklan tapi di diklat kemaren itu V ngerasa dapetin banyak banget,,mas fahroni nyampein materinya enak,g kaku trus dengan waktu yang dikit qta bisa dibuka pikirannya tentang iklan,sblmnya kita pada g tw kalo ternyata iklan itu g sesimpel yang kita liat,yang biasanya kalo nonton trus pas iklan V ganti,,eh skarang malah iklan itu yang V perhatiin,jadi kepikiran buat blajar iklan lbh banyak trus masuk ke bidang periklanan nantinya..hehe…
kyna seru…(hmm)
nyesel bgt waktu malem minggunya g bs ikutan ngobrol2,,padahal udah ad yang ngajakin n kata mereka dari ngobrol itu mas fahroninya banyak bagi2 ilmu lagi…
tapi bwt smwanya skali lagi tx bgt y mas,,bnr tu anak2 sbnrnya juga g kalah potensinya,,cuma masih kurang fasilitas,info n akses,,tapi qta g kapok bwt blajar n nyari kok mas,,y dari orang2 ky’ mas Fahroni ini…=)
mas fahroni,
sepertinya sambutan anda di lampung cukup diminat anak-anak. saya jadi ingin tahu saat acaranya gimana ya? hanya mencoba membayangkan saja
kalau unila ingin disetarakan dengan universitas lainnya di pulau jawa, tentu saja sangat tertinggal. persoalannya, pemerintah masih terfokus pada pembangunan di pulau jawa, termasuk di bidang pendidikan. tentu saja hal itu membuat kendala bagi para penerus generasi yang ada di luar pulau jawa kekurangan pengetahuan.
jika saja fokus pembangunan pendidikan merata seluruh daerah, saya yakin Indonesia akan lebih maju dan bisa bersaing di tingkat internasional.
salam,
eriek di bandarlampung
Betul mas Eriek, saya setuju. Tapi kalau menunggu pemerintah yang nggak pernah bisa fokus itu sepertinya kita akan kehilangan banyak waktu. Jadi mending sekarang kita bikin pembuktian-pembuktian saja. Teman-teman di lampung sudah jalan di track yang benar koq, tinggal mempercepatnya saja