Hehehe, aman… aman

Waktu kian mahal dan orang kehilangan ruang dialog, lalu satu persatu mencari siapa saja yang bisa dihubungkan dengan dirinya. Karena warna mobil atau merk motor sama lantas membuat geng. Semua jadi alasan. Namun bagi yang beruntung, untuk berkerumun cukup bergabung dengan sebuah milis, tak harus kumpul malam mingguan atau kepanasan saat gathering minggu siang. Maka muncul ribuan milis dengan berbagai tema. Polanya sama dengan kelompok offline tadi, alasan apapun dicari asal bisa menyatukan.

Saya ikut 13 milis, tapi tidak semua aktif. Dan saya juga menggali alasan-alasan agar bisa masuk kedalam suatu kategori. Kesukaan terhadap Tamiya, F1, Gadget, Mac, U2 dan AaGym menjadi satu celah, dan jenis pekerjaan menjadi celah lain. Dari milis-milis itu saya mengenal karakter orang berdasar cara mereka menyampaikan sesuatu. Memang ada yang hilang, gesture, suara dan mimik muka yang biasanya memperlihatkan karakter seseorang. Kali ini hanya tata bahasa tulis yang jadi parameter. Dan saya yang art based ini mau nggak mau harus belajar tentang itu. Entah tanya ke Fifi yang penulis atau dengan dalih kerjaan saya nyolong ilmu dari para copywriter dikantor. Yang lebih sering sih mengamati tulisan orang di koran dan majalah. Mereka terkenal hati-hati karena terbatasnya space.

Dalam komunikasi online, gara-gara salah ketik bisa dicap sombong, marah atau idiom negatif lainnya. Banyak orang menyarankan penggunaan kata ‘Hehehe’ untuk menetralkan suasana. Ini penting, mengingat sulitnya menunjukkan bahwa kita tidak sedang bete. Dan memahami perkara semacam ini wajib. Ini adalah tata krama yang sama pentingnya dengan kesantunan berbicara pada dunia offline. Orang menyebutnya Netiket, norma yang tidak baku namun dibuat demi kebaikan bersama. Ada banyak yang beredar, tapi mengetahui yang penting-penting saja cukup untuk membuat kita tampak beradab. Jika ada yang mengabaikan, maka ia akan diletakkan sebagai third atau bahkan fourth grade netter. Karena membaca posting seseorang yang sepertinya tidak mengenal tombol koma dan titik di keyboard memang menjengkelkan. Atau newbie yang memakai ‘kalian’ untuk menunjuk anggota lama. Seorang rekan di milis Gadtorade malah dengan tegas menyatakan bahwa bahasa menunjukkan kasta di signaturenya.

Kalau mau aman, jangan lupa gunakan ‘hehehe’. Biar kesannya tukang senyum gituloh. Tapi jangan kebanyakan, nanti dianggap gila. Hehehe.


20 Responses to “Hehehe, aman... aman”

  1. 1 Jiewa

    Jangan lupa pake emoticon seperti “:P”
    Soal netiket, di Netter Indonesia masih parah banget. Gemes kalo liat ada member milis yg ga tau aturan : jualan, ngetik pake huruf gede semua, forward topik OOT, one liner.. Zzz.. cape de..

    Hehe…

  2. 2 heRRu

    Ngomong-ngomong soal milis, saya sering banget liat orang di milis yang berantem gara-gara hal yang remeh temeh. Jujur saja, banyak di antara kita yang tidak siap untuk menerima perbedaan hehehehe

  3. 3 kris

    Yup, di milis debat bisa jadi debat konyol. Itu biasa terjadi. Soal menggunakan emoticon, itu juga jadi salah satu senjata saya biat tidak di cap sombong, sok tahu sok-sokkan. just type :) or :p.

    Tapi untungnya saya suka berlagak sersan, serius tapi santai, bahkan terlalu santai hingga malah jadi tidak serius. Jadi masih aman-aman saja. :P

  4. 4 Fahroni Arifin

    @JieWa
    Etiket yang terlihat saja diabaikan, apalagi Netiket, hehehe. Yang paling kesel kalo baca e-mail bergaya sms, tapi yang paling parah e-mail bergaya sms ABG. Bhwehh… bacanya puyeng… atau saya yang ketuaan ya? :D

    @heRRu
    Nggak jarang yang beginian ini bikin milis bubar. Saya sempat menyaksikan 3 milis besar bubar karena berantem. Norak ya. Hehehe.

    @kris
    Hidup emoticon!!! :D

  5. 5 ayahshiva

    sampe saat ini aku belum familiar dengan yang namanya milis, jadi sampe saat ini belum pernah aktif di milis manapun, jadi gak begitu tahu apa yang terjadi dalam milis

  6. 6 Deya

    Mang cara nulis yang “baik” tu yang gemana dong? Qtakan bebas ngekspresiin diri lewat blog… Mo diisi apa aja jg bole…. ya gak.

  7. 7 fahroniarifin

    Setuju sekali kalau blog adalah media pribadi, mau diisi apapun boleh, semau pemiliknya. Kalau terlalu pribadi, paling resikonya nggak ada yang mau berkunjung lagi. Jadi kalau menurut saya, jangan terlalu pribadi, paling tidak hormati orang yang kesasar.

    Untuk milis jelas nggak bisa terlalu “berekspresi”, karena ada banyak penghuni disana.

  8. 8 fahroniarifin

    @ayahshiva
    Asyik lho pak, apapun kesukaan kita bisa ditemukan disana. Kan enak kalau ada yang mau diajak ngobrolin sesuatu yang kita suka. Tapi resikonya semua orang bisa ngomong seenaknya. Itu yang bikin bosen sama milis. Hehehe.

  9. 9 Ai

    Wah..kalo milis saya juga belum pernah ikutan.
    Tapi saya emang suka bolak-balik forum diskusi. Dan mungkin ngga jauh beda kali ya sama milis? Mungkin bedanya kalo milis lebih terarah ya mau ngebicarain apa dan sebagainya. Kalo forum justru bisa diisi sama topik apa aja. Makanya saya lebih suka ikutan forum . *nyengir*

    Btw, tapi iya emang betul. saya setuju banget. Mungkin karena memang yang dilihat dari orang itu kan adalah tulisan kita. Makanya kalo ada keanehan sedikit aja sama tulisan kita, pasti bisa nimbulin diskusi yang lain. Alias Out Off Topic dan jadi ngomentarin kita deh seterusnya. haha.
    *waduh..maaf mas baru kenal udah kepanjangan*

    Salam kenal ya mas.. makasih udah berkunjung ^^v

  10. 10 Fahroni Arifin

    Belakangan saya juga browsing2 forum gt, soalnya setiap ada topik responnya lebih cepet dibanding milis. Seringkali lebih nyenengin. Sedangkan kelemahan forum menurut saya adalah kredibilitas membernya yang lebih lemah dibanding milis.

  11. 11 icha

    tergantung milisnya mas…banyak juga kutemui milis2 yg justru malah ajang cela2an

  12. 12 Fahroni Arifin

    @ Icha
    Betul mbak Icha. Seperti yang saya bilang diatas, banyak milis yang bubar gara-gara cela-celaan semacam ini. Dan semakin besar jumlah anggotanya, resiko untuk hal-hal semacam ini semakin besar pula.

  13. 13 fifi

    “Dan saya yang art based ini mau nggak mau harus belajar tentang itu. Entah tanya ke Fifi yang penulis…”
    Kalau yg ini jelas bohong (ga pake hehehe)

  14. 14 Fahroni Arifin

    Hmmm… susah kan kalo nggak mau ngaku gini (pake hehehe)

  15. 15 fitri

    Hi fah
    sekali-sekali drop comments yah di blogmu ^^
    btw, entries-mu ga bisa di-hide sebagian yah? munculnya jd puanjaang gt, jd entries sblmnya ga bisa langsung kelihatan, harus scroll down rada jauh.

    Tentang blog, menurutku ga ada salahnya kalo isinya personal banget. Jujur aja, aku buka blog seseorang biasanya karena ingin tahu hal-hal personal yang terkait dengan blogger itu (i.e. update tentang perkembangan hidupnya, pendapatnya, minatnya, dll.). Justru details itu yang menarik, mungkin orang yang nyasar juga malah kecantol. Aku sendiri bikin blog niatnya sebagai quick dan accessible update untuk family n orang2 dekat yang bertebaran di mana-mana.

    Tentang kredibilitas member di forum, bukannya sama saja dengan member milis? Toh dua-duanya bebas dimasuki (forum) atau disubscribe (milis) orang. Dua-duanya juga punya moderator, dan dua-duanya punya aturan main yang meregulasi membernya. Member yang mungkin “ga bener” jg bisa di-ban dari forum.

  16. 16 fahroniarifin

    @ fitri
    Blog jelas wilayah personal yang boleh diisi apa saja. Tapi kalau mau blog kita dibaca banyak orang, jelas nggak bisa naruh tulisan yang seolah-olah cuma ngomong sama diri sendiri kan?. Tapi kalau mau begitu, paling resikonya nggak ada yang baca atau berkunjung aja.

    Kecuali kalau target audience-nya sudah jelas: i.e. Our own family. Ya sah-sah saja kalau mau diisi sesuatu yang sangat personal. Lama-lama orang-orang diluar target tadi akan tersaring secara alami. Tentunya treatment ini nggak berlaku buat blog yang memang ditujukan untuk massa yang lebih luas.

    Tentang kredibilitas, dari pengalaman, member di forum cenderung memakai nick yang samar, sementara di milis-milis, anggota sudah mulai diwajibkan mencantumkan nama asli. Sehingga identitasnya semakin jelas.

  17. 17 fitri

    apakah identitas spt nama asli dll. memang necessary di forum? setahuku orang ada di forum karena discussion topic-nya, jd ga penting yang ikut nimbrung siapa. klo ada yg mulai spamming ato bikin onar, biasanya dia di-ban dari forum itu.

    btw, aku setuju bahwa kadang apa yg kita tulis bisa dipahami lain oleh orang lain, jd nggak seperti yang kita maksud.

  18. 18 hehehehe

    kalau saya sih pake tanda ini –> ^_^v

    bosen pake –> hehehe…

    tapi pernah juga sih nulis blog dah pake “hehehee..” , yang jadi objeknya tetep marah… akhirnya ampe sekarang ga pernah ngomong lagi.

  19. 19 toso

    @herru–

    saya setuju Mas, sedemikian banyaknya pertengkaran di milis kadang kurang dimengerti oleh anggota yg lain. sehingga muncul pertanyaan apakah perlu spt itu ?
    Yah mmg itu kepuasan intelektual sih, cm klo trus diperpanjang jd ga asik aja keliatannya.

    tanpa bermaksut membuka kasus Ka’bah vs Apple lho :P

  20. 20 fahroniarifin

    Ka’bah vs Apple sudah dicairkan di pemancingan :p . Nah itu gunanya interaksi offline. Hehehe.

Leave a Reply





Pics