Hi Roy!™

Saya tidak tahan untuk ikut nulis tentang penemuan terheboh pekan ini: Lagu Indonesia Raya versi asli oleh Roy Suryo. Lulusan UGM yang dikenal sebagai pembongkar keaslian foto-foto dan video syur itu mengungkap temuannya Jum’at kemarin. Seiring perkembangan waktu, kebenaran-kebenaran mulai terkuak. Misalnya saja bantahan dari Tim Air Putih –diklaim Roy sebagai partner dalam risetnya- yang menyatakan bahwa mereka mendapatkan file tersebut dari antah berantah, padahal Roy sebelumnya mengklaim file tersebut ditemukan disebuah server di Belanda.

Belakangan diketahui ia hanya meng-copy file tersebut dari salah satu laptop milik Tim Air Putih. Fakta lain, lagu Indonesia Raya 3 stanza itu sebetulnya sudah lama beredar luas. Di buku-buku pelajaran kurikulum 1984 juga tercantum. Waktu kecil ayah saya pernah menunjukkan dan menyanyikannya untuk saya. Dan banyak fakta lain, silahkan liat saja index berita di detik.com dalam 3 hari ini.

Roy Suryo sebenarnya bukan siapa-siapa. Ia adalah sosok sensasional yang diciptakan secara sukses oleh media massa dan akhirnya dikenal luas sebagai pakar telematika. Padahal dikalangan IT, Roy selalu ‘ditolak’ dan diragukan kemampuannya. ‘Pakar telematika’ ini sejatinya hanya dosen tidak tetap untuk mata kuliah fotografi dasar di FISIPOL UGM, almamater saya. Entah kapan awalnya, tiba-tiba gelar itu nempel bersama namanya. Informasi terakhir yang saya dapat, kini statusnya non aktif sama sekali dari UGM.

Namun media massa selalu butuh super hero, narasumber yang bisa menyelamatkan tiras mereka dengan isu-isu hangat. Terkadang demi kecepatan dan kemudahan, narasumber yang diambil tidak memenuhi syarat secara intelektual. Sekedar populer dan punya nilai jual. Kedekatan Roy dengan media massa juga diduga menjadi pemulus. Apeslah bagi masyarakat yang jadi target penyampaian berita ini karena langsung mencernanya tanpa melihat kanan kiri. Kalau sudah begini, lingkaran setan yang terbentuk. Media massa asal embat dan masyarakat asal sikat. Media massa selalu punya dua sisi tajam, satu kebenaran dan lainnya pembodohan. Dengan cara yang salah ia dapat menimbulkan kesalahan pola pikir manusia secara jamaah. Mending bikin iklan saja, meski hasilnya norak tetep masuk tivi (^^)v. Musuhnya cuma satu: Remote TV!

—-

• Referensi tentang Roy Suryo dari sisi lain diantaranya bisa didapat disini, disini, disini juga atau disini. Dan banyak sumber yang lain. Silahkan googling dengan keyword: Roy Suryo.

• Tulisan ini bukan dalam rangka Karakter Asinan™ terhadap Roy Suryo lo. Ini hanya bagian dari pemelekan masyarakat terhadap informasi salah kaprah. Sekali lagi Hi Roy!™


11 Responses to “Hi Roy!™”

  1. 1 i love you roy

    “Media massa asal embat dan masyarakat asal sikat.”
    Hauhuahuahuha….kelakuan si kucing garong…selalu mencari alasan…buset tuh orang cari ngetopnya ada ada ajah…jadi napsir deh eike….

  2. 2 Henry

    Hi Roy™

  3. 3 Riyang

    maen sinetron aja Roy!

  4. 4 Nanang

    Maab, ini roy mang masie idub ya???

  5. 5 AnG

    Jadi critanya Ronny dan teman-temannya waktu kuliah dulu pernah dikadali KRMT RS ini…. hahahaha masih berbekas juga sampe sekarang ron…. Tapi pancen kadal tenan pak kumis siji kuwi!

  6. 6 Fahroni Arifin

    @AnG
    Heh, dilarang menyebarkan aib tokoh terkenal! Kecuali tokoh yang aibnya banyak (^^)v

  7. 7 aan

    Kalo dah sampe kaya gini, keliatannya aku perlu naik tahta kraton untuk sekedar mengusir siKermit dari kota budaya. Daripada “kejahatannya” membudaya? Malu-maluin gitu loch. Mungkin sikumis ini menjadi literatur yang terpercaya bagi beberapa teman yang malas untuk sedikit berusaha mendapatkan kebenaran. Jadi inget konklusi mbah HOS Cokroaminoto tentang mudahnya bangsa kita dijajah : “Orang Indonesia tuh tidak pernah mempertanyakan kembali terhadap apa yang diberikan kepadanya”. Sehingga jadinya seperti sekarang ini, udah dibohongi roy suryo, masih bilang terimakasih lagi, Huh!! Fahroni pas diajar siRoy dulu mesti ga boleh tanya ya? kok sekarang seneng euforia mengumbar pertanyaan. Pesan terbuka kepada seluruh calon ayah : Jangan pernah kau namakan anakmu Roy Suryo, AIBBB!!!

  8. 8 Fahroni Arifin

    Mas Aan, alhamdulillah angkatanku nggak diajar pak raden tumenggung. Ehehehe.

  9. 9 Tmnnya Roni

    Bukan siapa yg pertama ada di pasar, tp siapa yg pertama ada di benak pelanggan. Karena sebelumnya blm ada yg meributkan perkara ‘Dedy Sutanzah’ ini, wajar kiranya kalo Pak Raden berusaha menjadi yg pertama di benak kita. Kalau ternyata gagal, yah itu kan bagian dari proses pemasaran. But IMHO, Roy Suryo adalah salah satu yg berhasil melakukan personal branding. Bukan masalah baik buruk, tapi how to pick the right issue. Tiara Lestari aja bisa nyanyi lagu rohani tuh… dan tetep bohai :P

  10. 10 thya

    hmm, kayanya seru juga ya kalo Roy Suryo ikutan test IT bareng sama “selebritis IT” beneran…
    BTW kalo urusan bongkar-bongkar foto sih yang bisa juga banyak tuh di Forumponsel, kekekek..
    roy, roy …

  11. 11 fahroniarifin

    Untuk tes mengetes ini, kata pepatah bijak, jangan meminta seseorang melakukan sesuatu diluar kemampuannya. Kasian kan mbak… hihihi

Leave a Reply





Pics