
Siang ini sepulang miting nggak penting dengan klien, saya sibuk mikirin persiapan buat mudik besok sore. Tuing… dan seorang teman lama yang lagi sekolah di Malaysia menyapa lewat YM. Dalam beberapa ketikan selanjutnya, dia mengirim quote ini:
Orang pandai dan beradab tak kan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Pergilah ‘kan kau dapatkan pengganti dari kerabat dan teman
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang
Aku melihat air yang diam menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih jika tidak dia ‘kan keruh menggenang
-Al-imam asy-Syafi’i
-
Sungguh kata-kata yang menyentuh tapi membuat bersemangat. Makasih Irving.
Besok sore Insya 4jjl saya akan menuju Bandung untuk berlebaran bareng keluarga Fifi. Dan baru tgl 25 – 31 nanti akan ada di Jogja, mudik, kembali ketempat saya dilahirkan dan dibesarkan. Sebenarnya pulang ke Jogja nggak cuma sekali setahun, tapi pulang saat lebaran terasa sangat berbeda. Seperti Tamiya yang diganti baterainya, atau seperti F1 yang diganti sasis dan mesinnya. Menjadi baru lagi, seperti saat pertama kali meninggalkannya.
Saya masih ingat lebaran beberapa tahun kemaren –waktu itu belum ada Zidan- bareng Fifi berangkat ke Jakarta untuk, seperti yang lain, mengejar mimpi-mimpi. Fifi pingin jadi penulis dan saya pingin jadi orang yang bisa bikin iklan bagus. Sekarang, beberapa mimpi sudah terlihat berwarna, meskipun jauh dari sempurna. Dan perjalanan yang dimulai besok sore itu, semoga bisa menegaskan kembali gambar mimpi-mimpi yang kian lama kian pudar oleh polusi Jakarta.
Saya janji waktu kembali ke Jakarta nanti, tidak membawa tetangga, tidak membawa teman dan tidak membawa sepeda motor (lagi). Saya hanya akan membawa gambar terbaru dari mimpi-mimpi itu. Semoga lebih indah dan tidak kabur.
Mohon maaf kalau selama ini saya menyakiti atau membuat Anda tidak nyaman. Minal aidzin wal faidzin. Salam, sampai ketemu bulan depan. I’m out… kirkkrrkkrrkk…
Aku suka kalimat2 itu jugaaa!!!!
Jogja emang bikin kangen…banyak mimpi bermunculan disana…sebagian terurai, sebagian lagi harus dikejar ditempat lain. Aku gak lahir disana, tapi kayanya pantas saja bila menyebutnya juga sebagai kampung halamanku. Sah2 aja to?!!!