Nonton Sujiwo Tejo Lagi
Published August 4th, 2007 in General.Tulisan ini juga ditampilkan di blog resmi mas Tejo. Silahkan langsung menuju kesana.
Karena kesepian ditinggal ‘liburan’ Fifi & Zidan ke Bandung selama 2 minggu, Sabtu malam saya cari-cari acara. Beruntung ada launching album terbaru Sujiwo Tejo, ‘YAIYO’, di salah satu kafe di Tebet. Sudah lama saya tidak pasang radar atas seniman satu ini meski album pertamanya masih sering saya putar. Perkenalan saya dengan lagu-lagu Sujiwo Tejo dimulai sejak SMA, saat album pertama ‘Pada Suatu Ketika’ keluar. Waktu itu diantara teman main SMA cuma saya pendengar Tejo. Ia memang artis yang pasarnya segmented dan tidak populer dikalangan generasi Pop. Dan padatnya aktifitas saat kuliah mengalihkan pantauan saya atas album-album berikutnya.
Karena tidak mengikuti evolusinya, saya tersentak dengan ekspresi dan eksplorasi Tejo di album terbaru ini. Ia menunjukkan kebebasannya yang liar, hampir seluruh lagu berbalik menentang selera umum. Lewat jalur indie, album terbaru ini diproduksi swadaya dan diedarkan dari mulut ke mulut dengan harga yang hampir BEP, jelas nekat. Ini hiburan untuk kelas bawah jadi harus murah, katanya. Ia tidak kompromi dengan label besar yang biasanya mengatur-atur isi dan nilai sebuah album. Ketika seniman atau artis lain kehilangan jati diri dan idealismenya seiring kesuksesan, Tejo malah bersikap sebaliknya. Awalnya saya pikir ia sudah kaya dari hasil main film atau ngelukisnya sehingga nggak butuh duit dari nyanyi, ternyata nggak juga. Ceplas-ceplos dia bilang masih sulit mendanai tur gerilyanya.
Sangat jauh dengan album pertama yang kontemplatif dengan syair Jawa bermakna dalam -meski beberapa lagu kocak dan nyinyir khasnya Tejo-, ‘YAIYO‘ cenderung emosional dan literal. Semuanya tentang kritik sosial yang dibawakan pedas dan tanpa kalingan (terhalang). Ia bahkan menyebut ada satu lagu yang kalau dinyanyikan Live akan menyebabkan revolusi, akhirnya dalam sesi malam itu lagu tersebut hanya diputarkan rekamannya. Ada-ada saja, tapi itulah Tejo, seniman multi talenta yang berandalan dan membebaskan diri dari ikatan-ikatan.
Mungkin karena tidak dibayangi tuntutan label, album ini digarap dengan sebebas-bebasnya. Bintang Indrianto, bassis ternama yang dipercaya menata aransemen, secara liberal memasukkan bunyi-bunyian dari beragam suasana dan etnis. Diaduk senikmat kopi-karamel-krim-decaf yang saya sruput malam itu. Kabarnya Sujiwo Tejo selaku pemilik album tidak boleh melarang atau mencampuri arahan Bintang. Selain itu terlibat juga Viky Sianipar, musisi muda yang fokus pada musik etnis-kontemporer, menambah keragaman. Hasilnya adalah album yang merdeka baik musik maupun isinya.
Kalau Anda seperti saya yang tidak mengikuti metamorfosa Tejo, akan butuh waktu untuk beradaptasi dengan album ini. Karena saya yakin selera semua fans Tejo, terlayani oleh album pertamanya. Tapi bagaimanapun, album ini justru menunjukkan ekspresi Sujiwo Tejo yang sebenarnya, hanya masalah waktu sampai fans sejatinya menyukai. Dan sebagai produk budaya, album ini berada pada level tersendiri yang layak diapresiasi. Untuk mendapat hidangan yang lezat, kadang kita harus belajar melepas ego dengan tidak mendikte seniman atas karyanya dan menerima suapan apa adanya.
mas fahroni,
saya aldi yg merawat blog http://sujiwotejo.blogspot.com , saya minta ijin untuk meng-upload review konser yaiyo buatan mas ini ke blog yg saya dedikasikan untuk mas tejo,
bolehkah?
terimakasih,
aldi
Sungguh kehormatan bagi saya mas. Salam hangat untuk mas Tejo.
Sunguh menyesal saya melewatkan kesempatan ini. Padahal sebelumnya saya sudah jadwalkan untuk melihat langsung performance Sujiwo dengan Viky. Namun karena ada pekerjaan lain, ya begitulah.. Mudah2an msh ada kesempatan yang lain
Fah…, punya mp3 lagu2nya Mas Tejo?
Kalo ada, boleh lah dikirim ke aku.
hehe… jahat ya. Ini kan ngurangi periuk nasi sang seniman
@ Pak Charly,
Sujiwo Tejo kabarnya juga akan manggung tanggal 10 agustus besok di acara Kenduri Cinta-nya Cak Nun pak. Itu acara rutin tiap bulan, tempatnya di Taman Ismail Marzuki. Saya kurang tau apakah Viky akan ikut apa nggak, semoga saja dia ikut ya. Karena kolaborasi mereka berdua sungguh menggetarkan.
@ BuHa (Budi)
Kemarin belum Bud, kalo sekarang udah punya semuanya. Sebagian asli sebagian lagi versi petani (baj****), hehehe. Maaf mas Tejo, soalnya susah bener nyari albumnya di toko (^^)v
Saya jarang denger lagunya Sujiwo Tejo, beda aliran kali yah…hihihi. Tapi saya kagum banget sama Sujiwo Tejo karena hampir semua jenis seni dia kuasai, cuma sedikit orang indo yang bisa loh.
Aktingnya Sujiwo Tejo juga oke banget… tapi saya penasaran kenapa ya dia mau main di film murahan kaya Kafir itu ya, punya ram punjabi kayanya… Aktingnya sih tetap bagus, tapi Kafir gitu loh… pisss
“…Menurut Sujiwo Tejo dan disetujui pula oleh Bintang Indrianto bahwa, “Presiden YAIYO” tetap merencanakan “mengunjungi dan menghibur” rakyat seputaran Bintaro di MoE-Jazz&Lounge pada acara JAZZIEST-Night, kemungkinan dijadwalkan pada Jumat 31 Agustus 2007…” (Indonesian Art & Progressive Rock List)
Eh, acara MoE-Jazz&Lounge pada acara JAZZIEST-Night, kemungkinan dijadwalkan pada Jumat 31 Agustus 2007…” jadi?? Gimana ticketingnya?
konfirmasinya ditunggu ya…Trims.
Salam,
Dedi-Guru di Cibubur
gitardedi@telkom.net
Informasi terakhir sih masuknya gratis pak, tinggal beli kopi aja biar keliatan modal dikit
Tulisan ini ditampilkan juga di blog resmi mas Tejo. Temukan di http://sujiwotejo.blogspot.com/2007/08/review-konser-yaiyo-1.html
Salam,
Pokoknya…I love Sujiwo Tejo very much, banget, pol-polan….Aku suka musiknya, suka aktingnya, kiprahnya di dunia seni Indonesia, de-el-el…Maju terus pantang mundur Mas Tejo (he..boleh nggak si manggil gitu?)
radioviafm.blogspot.com