<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.0.4" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Rona dan Kisah Palsu di Daun Muda</title>
	<link>http://fahroniarifin.com/rona-dan-daun-muda.htm</link>
	<description></description>
	<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 12:44:30 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.0.4</generator>

	<item>
		<title>by: Daun Muda 2009 &#171; Do you want some of this?</title>
		<link>http://fahroniarifin.com/rona-dan-daun-muda.htm#comment-31309</link>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 05:03:52 +0000</pubDate>
		<guid>http://fahroniarifin.com/rona-dan-daun-muda.htm#comment-31309</guid>
					<description>[...] Nah! Gue ama partner gue (yang gak mau disebutin namanya) nyari cara, gimana create buzz. Dan akhirnya kita dapet! gini skenarionya: Alkisah seorang gadis cantik berusia 22 tahun yang periang bernama Rona Jingga Hati. Sejak pacarnya dengan sengaja melindas kucing ketika mereka tengah bertengkar di mobil, Rona berubah menjadi aktifis pecinta kucing. Dengan idealismenya yang berapi-api, ia bergabung dengan milis Pecinta Kucing pada 16 oktober lalu. Beberapa hari setelahnya, ia mengumumkan akan membuat sebuah kontes kucing cantik via online. Kemunculannya yang disertai kisah dramatis dan kreatif dengan mudah memikat hati anggota milis itu yang mayoritas perempuan. Mereka mengikuti dan membalas postingan Rona yang kian menarik. Sampai 2 hari yang lalu pada 28 oktober… Rona diberitakan meninggal dunia setelah disekap dan diperkosa oleh 2 penjahat yang mengikuti dari pasar swalayan hingga rumahnya. Sontak seluruh milis sedih bukan kepalang. Wajar mereka terguncang, selama ini berita paling sedih yang mereka dengar hanyalah kisah tentang seekor kucing terlindas mobil pemiliknya sendiri. Dan pagi itu mereka harus menerima salah satu anggota barunya meninggal dengan sangat tragis. Anggota baru yang bahkan siang sebelumnya masih bersemangat. dikutip dari&#8211;&#62; sini. Terima kasih untuk Fahroni dari CCI / Neo. Jadi gue gak perlu nulis lagi buat blog gue atau ngejelasin creative rationale-nya ke juri . (Emangnye juri sempet baca baca CCI ye?) Nah! setelah kasus gue di blog itu dibaca orang-orang, banyak banget yang kontra, tapi ada juga yang pro. dan menurut gue&#8230; seisi milis pecinta kucing itu pasti banyak pertanyaan yang muncul dengan terungkapnya &#8220;the man behind the gun&#8221;. Q: Bagus? A: Tergantung. Q: Creative? A: Tergantung. Q: Kontroversial? A: menurut lo? Q: Di Blog nya mas Fahroni, dia nulis ” Dengan sedikit ilmu jurnalistik warisan kuliah, kami berdua langsung tahu bahwa berita ini 100% palsu. Tanpa prinsip dasar 5W+1H, jelas levelnya dibawah koran Lampu Merah.” begitu komentarnya tentang ”berita koran” yang kita bikin. kenapa? A: Kalo di koran itu gue ngejelasin soal lokasi TKP nya dimana, atau nyebutin Polres/Polsek mana&#8230; itu bahaya bagi campaign si Rona ini ataupun buat gue dan partner DM gue. Nanti kalo gue nyebutin satu daerah tertentu, bisa cepet ketahuan. Nahh.. kalo sekarang, ketahuannya setelah deadline. Jadi menurut gue.. gpp lah. Q: kenapa Rona matinya harus seperti itu? Kan kasian! A: Haa?? Kasian? Yiihaaaa!!! Elo termasuk target campaign gue!!! Q: kenapa harus pecinta kucing? A: errr&#8230; umm&#8230; errr&#8230; umm.. karena gue suka mandi kucing! Q: Lo gak takut dosa? Elo kan udah ngebohongin banyak orang. A: umm&#8230; pernah masturbasi? LOL Kidding! Masih ada 100 orang lebih&#8230; yang (mungkin) ngebohong. Kalo kata salah satu sahabat gue, ”mendingan tereak sekalian.. daripada maen aman.” Q: untung buat lo, Rona jadi sensasi. Untung buat penghuni milis apa? A: rugi? Coba liat coment di blog itu yang paling bawah. Nih gue cop-pas ”Gak pa2 milist qt jd terkenal.. hehe..” Q: ada gak sih yang mau lo bilangin ke milis pecinta kucing? A: jujur aja, gue gak tau kalo ternyata sampe segitunya. Dengan segala kerendahan hati, Gue minta maaf. Yaaahhh&#8230; gue masih bau kencur, masih belajar. Di forum citra pariwara, ada yang bilang ” IMO, semua ini tidak bisa dihindari di dunia maya yang nyata-nyata penuh dinamika.”. tapi gue gak mau ngeles dengan alasan itu. Gue tetep ngakuin, gue masih perlu banyak belajar. Oh hell&#8230; what a life ey&#8230; [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[&#8230;] Nah! Gue ama partner gue (yang gak mau disebutin namanya) nyari cara, gimana create buzz. Dan akhirnya kita dapet! gini skenarionya: Alkisah seorang gadis cantik berusia 22 tahun yang periang bernama Rona Jingga Hati. Sejak pacarnya dengan sengaja melindas kucing ketika mereka tengah bertengkar di mobil, Rona berubah menjadi aktifis pecinta kucing. Dengan idealismenya yang berapi-api, ia bergabung dengan milis Pecinta Kucing pada 16 oktober lalu. Beberapa hari setelahnya, ia mengumumkan akan membuat sebuah kontes kucing cantik via online. Kemunculannya yang disertai kisah dramatis dan kreatif dengan mudah memikat hati anggota milis itu yang mayoritas perempuan. Mereka mengikuti dan membalas postingan Rona yang kian menarik. Sampai 2 hari yang lalu pada 28 oktober… Rona diberitakan meninggal dunia setelah disekap dan diperkosa oleh 2 penjahat yang mengikuti dari pasar swalayan hingga rumahnya. Sontak seluruh milis sedih bukan kepalang. Wajar mereka terguncang, selama ini berita paling sedih yang mereka dengar hanyalah kisah tentang seekor kucing terlindas mobil pemiliknya sendiri. Dan pagi itu mereka harus menerima salah satu anggota barunya meninggal dengan sangat tragis. Anggota baru yang bahkan siang sebelumnya masih bersemangat. dikutip dari&#8211;&gt; sini. Terima kasih untuk Fahroni dari CCI / Neo. Jadi gue gak perlu nulis lagi buat blog gue atau ngejelasin creative rationale-nya ke juri . (Emangnye juri sempet baca baca CCI ye?) Nah! setelah kasus gue di blog itu dibaca orang-orang, banyak banget yang kontra, tapi ada juga yang pro. dan menurut gue&#8230; seisi milis pecinta kucing itu pasti banyak pertanyaan yang muncul dengan terungkapnya &#8220;the man behind the gun&#8221;. Q: Bagus? A: Tergantung. Q: Creative? A: Tergantung. Q: Kontroversial? A: menurut lo? Q: Di Blog nya mas Fahroni, dia nulis ” Dengan sedikit ilmu jurnalistik warisan kuliah, kami berdua langsung tahu bahwa berita ini 100% palsu. Tanpa prinsip dasar 5W+1H, jelas levelnya dibawah koran Lampu Merah.” begitu komentarnya tentang ”berita koran” yang kita bikin. kenapa? A: Kalo di koran itu gue ngejelasin soal lokasi TKP nya dimana, atau nyebutin Polres/Polsek mana&#8230; itu bahaya bagi campaign si Rona ini ataupun buat gue dan partner DM gue. Nanti kalo gue nyebutin satu daerah tertentu, bisa cepet ketahuan. Nahh.. kalo sekarang, ketahuannya setelah deadline. Jadi menurut gue.. gpp lah. Q: kenapa Rona matinya harus seperti itu? Kan kasian! A: Haa?? Kasian? Yiihaaaa!!! Elo termasuk target campaign gue!!! Q: kenapa harus pecinta kucing? A: errr&#8230; umm&#8230; errr&#8230; umm.. karena gue suka mandi kucing! Q: Lo gak takut dosa? Elo kan udah ngebohongin banyak orang. A: umm&#8230; pernah masturbasi? LOL Kidding! Masih ada 100 orang lebih&#8230; yang (mungkin) ngebohong. Kalo kata salah satu sahabat gue, ”mendingan tereak sekalian.. daripada maen aman.” Q: untung buat lo, Rona jadi sensasi. Untung buat penghuni milis apa? A: rugi? Coba liat coment di blog itu yang paling bawah. Nih gue cop-pas ”Gak pa2 milist qt jd terkenal.. hehe..” Q: ada gak sih yang mau lo bilangin ke milis pecinta kucing? A: jujur aja, gue gak tau kalo ternyata sampe segitunya. Dengan segala kerendahan hati, Gue minta maaf. Yaaahhh&#8230; gue masih bau kencur, masih belajar. Di forum citra pariwara, ada yang bilang ” IMO, semua ini tidak bisa dihindari di dunia maya yang nyata-nyata penuh dinamika.”. tapi gue gak mau ngeles dengan alasan itu. Gue tetep ngakuin, gue masih perlu banyak belajar. Oh hell&#8230; what a life ey&#8230; [&#8230;]
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Fahroni Arifin</title>
		<link>http://fahroniarifin.com/rona-dan-daun-muda.htm#comment-31145</link>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 07:04:23 +0000</pubDate>
		<guid>http://fahroniarifin.com/rona-dan-daun-muda.htm#comment-31145</guid>
					<description>Baca juga catatan Dewan Juri DMA:

Sesek: http://blog.citrapariwara.org/?p=116

Panata Harianja: http://blog.citrapariwara.org/?p=112

Ismet: http://blog.citrapariwara.org/?p=109</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Baca juga catatan Dewan Juri DMA:</p>
<p>Sesek: <a href='http://blog.citrapariwara.org/?p=116' rel='nofollow'>http://blog.citrapariwara.org/?p=116</a></p>
<p>Panata Harianja: <a href='http://blog.citrapariwara.org/?p=112' rel='nofollow'>http://blog.citrapariwara.org/?p=112</a></p>
<p>Ismet: <a href='http://blog.citrapariwara.org/?p=109' rel='nofollow'>http://blog.citrapariwara.org/?p=109</a>
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Fahroni Arifin</title>
		<link>http://fahroniarifin.com/rona-dan-daun-muda.htm#comment-31144</link>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 07:03:10 +0000</pubDate>
		<guid>http://fahroniarifin.com/rona-dan-daun-muda.htm#comment-31144</guid>
					<description>Ini adalah sepenggal kalimat penutup dari panitia DMA. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua, makhluk yang berekosistem di dunia maya, silahkan baca selengkapnya di: http://tinyurl.com/panitia-DMA

-----------------------------------------------------------------------------

Mereka yang tidak benar-benar memahami brief, logika, dan peradaban di social media menciptakan hoax, melakukan negative campaign, membuat kekacauan. Mencari jalan pintas demi terkenal dengan melanggar segala etika: ada yang mengaku mau mati, ada yang mengaku kehilangan anak, ada yang mengaku diperkosa. Menyebalkan!

Dan kami menarik garis tegas untuk membuang itu semua. Tak satupun kampanye negatif yang kami masukkan bahkan ke dalam daftar calon finalis (shortlisted). Sebab kami percaya, cara-cara semacam itu tidak akan pernah berhasil dalam jangka panjang. Kami menyakini, tetap ada wisdom dalam sebuah crowd, yang bakal menghukum setiap perbuatan yang menyebalkan. Kami tak sedikit pun ragu, akan ada sanksi sosial bahkan dalam pergaulan sosial yang cuma ditautkan dengan ID, nickname, dan sejenisnya.

-----------------------------------------------------------------------------</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ini adalah sepenggal kalimat penutup dari panitia DMA. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua, makhluk yang berekosistem di dunia maya, silahkan baca selengkapnya di: <a href='http://tinyurl.com/panitia-DMA' rel='nofollow'>http://tinyurl.com/panitia-DMA</a></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Mereka yang tidak benar-benar memahami brief, logika, dan peradaban di social media menciptakan hoax, melakukan negative campaign, membuat kekacauan. Mencari jalan pintas demi terkenal dengan melanggar segala etika: ada yang mengaku mau mati, ada yang mengaku kehilangan anak, ada yang mengaku diperkosa. Menyebalkan!</p>
<p>Dan kami menarik garis tegas untuk membuang itu semua. Tak satupun kampanye negatif yang kami masukkan bahkan ke dalam daftar calon finalis (shortlisted). Sebab kami percaya, cara-cara semacam itu tidak akan pernah berhasil dalam jangka panjang. Kami menyakini, tetap ada wisdom dalam sebuah crowd, yang bakal menghukum setiap perbuatan yang menyebalkan. Kami tak sedikit pun ragu, akan ada sanksi sosial bahkan dalam pergaulan sosial yang cuma ditautkan dengan ID, nickname, dan sejenisnya.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Nada Khafia A.P</title>
		<link>http://fahroniarifin.com/rona-dan-daun-muda.htm#comment-31131</link>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 10:28:47 +0000</pubDate>
		<guid>http://fahroniarifin.com/rona-dan-daun-muda.htm#comment-31131</guid>
					<description>@ ka dony: ia kaa..sama2 yahhhh ntar deh aku lampirin permintaan maf kaka..ok?? tapi bukannya bisa yah klu kk kirim ke pecintakucing@yahoogroups.com?? ntar deh yahhhh</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ ka dony: ia kaa..sama2 yahhhh ntar deh aku lampirin permintaan maf kaka..ok?? tapi bukannya bisa yah klu kk kirim ke <a href="mailto:pecintakucing@yahoogroups.com??">pecintakucing@yahoogroups.com??</a> ntar deh yahhhh
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Donny Herrera</title>
		<link>http://fahroniarifin.com/rona-dan-daun-muda.htm#comment-31121</link>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 05:33:45 +0000</pubDate>
		<guid>http://fahroniarifin.com/rona-dan-daun-muda.htm#comment-31121</guid>
					<description>Willy: seperti yang sudah saya tulis di permohonan maaf yang saya titipkan ke Mbak fifi, saya sudah keluar dari milis tersebut. jadi saya tidak bisa mengirimkan langsung ke milis pecinta-kucing. Mas Willy boleh menganggap saya pengecut, atau apa saja lah... tapi sepertinya mas Willy tidak membaca dengan cermat.. surat permohonan maaf saya. :)

Nada: Mohon cek E-mail kamu yah? dan saya mau mengucapkan terima kasih... karena Nada sudah menanggapi permohonan maaf saya dengan positif. :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Willy: seperti yang sudah saya tulis di permohonan maaf yang saya titipkan ke Mbak fifi, saya sudah keluar dari milis tersebut. jadi saya tidak bisa mengirimkan langsung ke milis pecinta-kucing. Mas Willy boleh menganggap saya pengecut, atau apa saja lah&#8230; tapi sepertinya mas Willy tidak membaca dengan cermat.. surat permohonan maaf saya. <img src='http://fahroniarifin.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nada: Mohon cek E-mail kamu yah? dan saya mau mengucapkan terima kasih&#8230; karena Nada sudah menanggapi permohonan maaf saya dengan positif. <img src='http://fahroniarifin.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
