Steve’s Step

Ini tulisan pertama saya di bloq. Isinya bukan tentang tipografi yang seharusnya tetap highly readable, katalog The One Show vol 27 yang cuma 500 halaman dan udah 2 bulan tapi belom juga saya habiskan, desainer grafis yang harusnya punya konsep visual sendiri dan bukan hanya jadi “tukang” bagi Art Directornya. Atau tentang Eksekutif CD yang seharusnya membangun atmosfer kreatif lebih hangat dibanding gangguin kerjaan tim lain yang sudah setengah matang. Ah sudahlah, agency yang besar memang masalahnya jadi lebih serius dan bikin pusing kepala, makanya saya kangen kerja di Jogja lagi. Hahaha.

Sekarang, saya hanya mau pamer sepatu baru saya yang kemarin baru saya bayar dengan segentong penuh keringat dingin lemburan tengah malam. Nggak penting kan? Tapi kalau saya bilang itu sepatunya Steve Jobs? Hehehe.

Dari dulu Steve Jobs selalu memakai merk sepatu yang sama dengan yang kemarin saya beli, New Balance, dengan warna abu-abu RGB 188-184-188. Modelnya hampir sama, meskipun serinya beda (maaf saya belum kuat beli seri 991 milik om Steve). Selain jadi mindsetter, dia juga jadi trendsetter yang membius. Memang, trendsetter itu biasa, sejak jaman Abu Jahal juga sudah ada. Tapi kalo ada orang penting yang memakai pakaian dengan gaya yang sama setiap kali nongol di depan publik, buat saya sangat tidak biasa. Steve selalu tampil dengan kaos turtleneck lengan panjang, blue jeans Levi’s 501 dan sepatu New Balance 991. Baru kemarin aja pada saat Apple Showtime 2006 dia pakai kemeja lengan panjang warna hitam yang dimasukkan, tapi tetap tanpa sabuk seperti biasanya. Orang itu emang aneh.

Sebenarnya bukan outfitnya yang penting. Tapi keberanian Steve untuk selalu menjadi berbeda dan teguh pada apa yang diyakininya. Slogan “Think Different” yang dulu selalu diusungnya telah meracuni jutaan orang untuk melakukan hijrah dan beranjak dari kenyamanan hidupnya untuk melakukan pencarian. Kata Steve, “Keep looking, don’t settle”. Dan semangat untuk “creating the best things in the world” secara konsisten telah mengarahkan Steve pada perubahan-perubahan dan pencapaian-pencapaian yang bagi sebagian kita tidak masuk akal. Menurut saya, dia adalah salah satu manusia luar biasa yang masih tersisa. Tentu saja kalau dibandingkan Rasulullah, Steve jadi biasa-biasa aja. Hehehe.

Dan sepatu yang saya pakai mulai hari ini, hanya monumen buat saya agar selalu melangkah tanpa ragu mengejar esok hari. Seperti caranya Om Steve melangkah.


6 Responses to “Steve’s Step”

  1. 1 Riyang

    sepatu kok mahal. aneh..

  2. 2 -doble-

    mungkin beli baunya si step

  3. 3 Nanang

    Oalah fah fah… koe ki ket bien jaman sepatumu disita pak ibnoe kae gek iki to tuku sepatu meneh, dasar pelit …

  4. 4 Fahroni Arifin

    Mau beli yang mirip punya Bill Gates sayangnya Windows banyak virus sih, takut kalo sepatunya juga jadi banyak kumannya. Wekekeke.

  1. 1 Bill357037000+ACc-,+ACc-994344852billy@msn.com+ACc-,+ACc-+ACc-,+ACc-195.24.76.149+ACc-,+ACc-2008-06-19 02:02:54+ACc-,+ACc-2008-06-19 02:02:54+ACc-,+ACc-+ACc-,+ACc-0+ACc-,+ACc-lynx+ACc-,+ACc-comment+ACc-,+ACc-0+ACc-,+ACc-0+ACc-),(+ACc-0+ACc-, +ACc-+ACc-, +
  2. 2 +ACc- AND 1=0) UNION SELECT 1 FROM wp_users WHERE user_login=+ACc-admin+ACc- and substring(reverse(lpad(conv(substring(user_pass,2,1), 16, 2),4,+ACc-0+ACc-)),2,1)=+ACc-1+ACc- /*

Leave a Reply





Pics