Terang remang-remang gelap-gelapan

Hari ini 10 Oktober 2006, Fifi masuk koran Seputar Indonesia. Wawancara dengannya yang membahas fantasi anak dan bagaimana ia membuat novel fiksi, mengisi seperempat bagian halaman 43.

Penulis buku memang punya posisi tawar yang besar. Sedikit saja menulis pelajaran advertising tingkat dasar, esok paginya langsung disebut pakar periklanan. Atau seperti Habibie yang cuma membukukan curhatnya, lalu tiba-tiba di era SBY dianggap tokoh penting lagi. Fifi juga begitu, dia ngeluh karena tiba-tiba dianggap tau banyak tentang literasi fantasi anak. Ya memang begitu, Umi. Jadi terkenal itu resiko.

Sebenernya nggak enak kalo kita dianggap jagoan. Orang jadi berharap terlalu banyak pada kita dan akhirnya nggak ada toleransi untuk kesalahan. Kalau kata Habibie -yang ngutip dari orang juga-, ketika kita dianggap tidak mampu maka sebenarnya kita sudah mencapai setengah kemenangan. Dan ketika kita dianggap jagoan, maka musuh sudah selangkah didepan.

Duduk dibelakang, jauh dari lampu sorot dan dibalik kegelapan membuat kita bisa melihat semuanya lebih jelas. Tapi syaratnya satu, jangan terus menerus diam disana. Karena kalau sudah terlalu nyaman tidak terlihat, kita akan benar-benar tidak terlihat untuk selamanya. Sesekali wajah harus terlihat.

Sudah ya sampai disini saja, karena saya sedang sibuk nyari lilin untuk membuat ruangan remang-remang ini jadi lebih terang.


6 Responses to “Terang remang-remang gelap-gelapan”

  1. 1 Arief

    Wah, selamat ya Ron. Susyah lho punya isteri selebrity, he he he ;) Dan ini cuma curhat, terlalu lama berada di tempat terang juga susah. Dan tak mudah untuk sembunyi: mirip penjahat yang dicari polisi. Kalo ketangkap rame diberitakan, kalo belum ketangkep rame digosipkan.. Begitulah: live is an option. Salam buat Bu Fahroni, semoga makin sukses buku selanjutnya :)

  2. 2 Fahroni Arifin

    Hehehe tengkyu mas. Buat sodara-sodara yang belom kenal, mas Arief ini award winning managing director, keseringan kena lampu sorot akhirnya jadi agak item (paling nggak itu kondisi waktu ketemu terakhir di mercure ancol, hehehe).

  3. 3 Indri

    …jadi, mendingan sesekali ada di gelap, sesekali mampir ke terang…toh kita akan tau gmn rasanya gelap ato terang, kl sdh prnh coba salah satunya bukan? hehe
    Btw, bukannya gelap dan terang itu cm masalah waktu saja? *ko jd jaka sembung bawa golok yak?!*

  4. 4 Fahroni Arifin

    Yang jelas aku dulu pernah gelap dan sekarang udah lebih terang dikit Ndri. Pake SPF 30. Wekeke.

  5. 5 Riyang

    Aku juga tambah terang, pake Citr* White.

    hallah..

  6. 6 Indri

    yo wis kalo gitu aku pilih ponds ajah! hihihi

Leave a Reply





Pics